Ranperda Sistem Kesehatan Kota Medan Dilanjutkan, Wali Kota Hadiri Paripurna DPRD

Pembangunan sistem kesehatan yang kuat dan berkelanjutan menjadi salah satu fokus utama bagi Pemerintah Kota Medan. Dalam konteks ini, Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait sistem kesehatan, yang sudah berlangsung sejak 2012, mendapatkan perhatian serius. Pada hari Senin, 6 April 2026, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menghadiri sidang paripurna DPRD Kota Medan yang membahas tanggapan fraksi-fraksi terhadap Ranperda tersebut. Sidang ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa regulasi yang diusulkan dapat menjawab tantangan kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat Medan.
Proses Pembahasan Ranperda
Sidang paripurna yang diadakan di Gedung DPRD Kota Medan ini tidak hanya merupakan forum formal, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan kebijakan kesehatan yang lebih baik. Dalam pertemuan ini, berbagai fraksi di DPRD diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangan mereka mengenai perubahan yang diusulkan dalam Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2012.
Wali Kota Medan didampingi oleh Wakil Wali Kota, Zakiyuddin Harahap, dan Sekretaris Daerah, Wiriya Alrahman. Kehadiran para pemimpin daerah ini menunjukkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengawal dan mendukung pembahasan regulasi yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat.
Peran Fraksi-Fraksi dalam Pembahasan
Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, memimpin sidang dan membuka kesempatan bagi fraksi-fraksi untuk memberikan masukan. Setiap fraksi menyampaikan pandangan mereka, yang mencakup berbagai aspek mulai dari penguatan layanan kesehatan dasar hingga peningkatan kualitas fasilitas kesehatan yang ada.
- Peningkatan sistem layanan kesehatan dasar
- Optimalisasi akses kesehatan bagi masyarakat
- Peningkatan fasilitas kesehatan
- Peran aktif pemerintah dalam menjamin layanan kesehatan
- Penguatan regulasi untuk mendukung Universal Health Coverage (UHC)
Fraksi NasDem, yang diwakili oleh Afif Abdillah, mengusulkan agar Pemerintah Kota Medan segera menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwal) untuk mendukung implementasi Ranperda. Menurut Afif, keberadaan Perwal sangat penting untuk memastikan bahwa kebijakan kesehatan dapat diterapkan secara efektif di lapangan.
Pentingnya Peraturan Wali Kota
Afif Abdillah menegaskan bahwa penerbitan Perwal akan menjadi solusi nyata untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada dalam sistem kesehatan di Kota Medan. Regulasi ini dinilai sebagai langkah penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memberikan kepastian bagi masyarakat dalam mengakses layanan yang tersedia.
“Sebagai fraksi yang mengajukan Ranperda ini, kami sangat mendukung pembahasan ini dalam rangka memperkuat dasar hukum untuk peningkatan mutu layanan kesehatan,” ungkapnya.
Universal Health Coverage (UHC)
Masalah lain yang disoroti oleh Afif adalah tantangan dalam program Universal Health Coverage (UHC). Ia mencatat bahwa masih ada berbagai kendala yang dihadapi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk memperkuat regulasi agar program UHC dapat berjalan dengan baik di seluruh wilayah Kota Medan.
Pandangan Fraksi PDI Perjuangan
Fraksi PDI Perjuangan, melalui anggotanya Johannes Hutagalung, juga memberikan pandangan terkait Ranperda ini. Ia meminta agar pembahasan dilakukan melalui Panitia Khusus (Pansus) dengan melibatkan berbagai stakeholder, guna memastikan bahwa setiap aspek penting dari perubahan Ranperda dapat dibahas secara komprehensif.
Johannes menekankan bahwa tujuan utama dari perubahan ini adalah untuk menjamin kesehatan masyarakat. Dengan melibatkan berbagai pihak dalam diskusi, diharapkan semua isu yang ada dalam layanan kesehatan dapat diidentifikasi dan diatasi secara efektif.
Pilar Transformasi Kesehatan
Dalam pembahasan tersebut, Johannes menyampaikan enam pilar transformasi kesehatan yang menjadi arahan dari Pemerintah Pusat, yaitu:
- Layanan rujukan
- Layanan primer
- Ketahanan kesehatan
- Sumber daya manusia kesehatan
- Teknologi kesehatan dan pembiayaan kesehatan
Ia juga mengapresiasi masukan Wali Kota Medan mengenai sistem informasi kesehatan yang terintegrasi, termasuk penggunaan rekam medis elektronik. Hal ini diharapkan dapat memperkuat sistem kesehatan nasional yang berbasis pada enam pilar transformasi kesehatan tersebut.
Kesimpulan Pembahasan
Secara keseluruhan, pembahasan Ranperda Sistem Kesehatan Kota Medan ini menunjukkan komitmen kuat dari pemerintahan dan legislatif untuk menuju sistem kesehatan yang lebih baik. Dengan adanya masukan dari berbagai fraksi, diharapkan regulasi yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjawab tantangan yang ada di sektor kesehatan. Kolaborasi antara pemerintah dan DPRD sangat penting untuk menciptakan kebijakan yang efektif dan bermanfaat bagi seluruh warga Medan.
Dengan langkah-langkah yang diambil dalam sidang paripurna ini, diharapkan Kota Medan dapat mencapai tujuan kesehatan yang lebih baik dan memberikan akses layanan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat.
