Illiza Menyampaikan Visi Kota Kolaborasi pada BAA Talks 2026 untuk Pembangunan Berkelanjutan

Banda Aceh baru-baru ini menjadi saksi perhelatan Seminar Best Practice Banda Aceh Academy (BAA) Talks 2026 yang diadakan di AAC Dayan Dawood. Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, menegaskan komitmennya terhadap pembangunan yang berlandaskan kolaborasi dan penguatan sumber daya manusia. Acara yang dilaksanakan pada Rabu, 22 April 2026, ini bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-821 Kota Banda Aceh, menjadi momentum penting untuk menggarisbawahi visi kota kolaborasi yang akan memandu arah pembangunan kota ke depan.
Panggung Strategis untuk Pembangunan Kota
BAA Talks 2026 menjadi ajang strategis bagi Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mengukuhkan visi pembangunan menuju kota berbasis talenta. Forum ini tidak hanya mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, tetapi juga menciptakan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pembangunan kota.
Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh nasional yang berpengaruh, termasuk motivator Ari Ginanjar Agustian, Gubernur Jawa Tengah yang juga seorang pensiunan jenderal, Ahmad Luthfi, serta Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Dr. Ir. H. Seno Aji. Selain itu, Ketua Komisariat Wilayah I APEKSI yang menjabat sebagai Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, juga berpartisipasi dalam diskusi ini.
Kehadiran perwakilan dari Pemerintah Aceh, termasuk Sekretaris Daerah Muhammad Nasir, serta unsur Forkopimda dan akademisi, menambah kekayaan perspektif yang ada dalam forum. Ratusan peserta dari berbagai kalangan juga hadir untuk mengambil bagian dalam diskusi konstruktif ini.
Dialog Inspiratif untuk Masa Depan
Dalam sambutannya, Wali Kota Illiza menekankan bahwa BAA Talks lebih dari sekadar seminar; ini adalah ruang dialog yang strategis. Forum ini mengundang pemimpin daerah, akademisi, dan generasi muda untuk saling bertukar pikiran dan pengalaman.
“BAA Talks bertujuan untuk memperluas wawasan, membangun jaringan, dan menghadirkan inspirasi dari praktik-praktik terbaik di berbagai daerah,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Illiza juga menyampaikan penghargaan kepada para narasumber yang memiliki komitmen tinggi dalam mendukung pembangunan di Banda Aceh. Kehadiran Ari Ginanjar untuk kedua kalinya menjadi simbol nyata dari kolaborasi yang terus dijalin oleh Pemerintah Kota.
Perayaan Sejarah dan Harapan Masa Depan
Dalam rangka memperingati hari jadi ke-821, Wali Kota menegaskan bahwa Banda Aceh adalah lebih dari sekadar kota administratif. Ia menyebutnya sebagai kota bersejarah yang lahir dari tradisi ilmu pengetahuan, perdagangan, dan nilai-nilai keislaman.
Kota ini telah melalui berbagai tantangan sepanjang sejarahnya, termasuk konflik dan bencana besar seperti Tsunami Aceh pada tahun 2004. Namun, Banda Aceh bangkit dengan semangat untuk terus maju dalam pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Usia 821 tahun ini adalah simbol kematangan peradaban dan langkah awal untuk menuju masa depan yang lebih cerah,” tambahnya.
Mendorong Visi Kota Kolaborasi
Wali Kota Illiza kembali mengingatkan pentingnya visi besar yang menjadi arah pembangunan, yaitu Banda Aceh sebagai Kota Kolaborasi. Visi ini menekankan bahwa pembangunan yang sukses tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk akademisi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat umum.
Pemerintah Kota telah meluncurkan program unggulan, Banda Aceh Academy, sebagai platform pengembangan sumber daya manusia yang berbasis kolaborasi. Program ini dirancang untuk menyatukan berbagai kekuatan dan potensi yang ada di kota ini.
Menyiapkan Generasi Unggul dan Kota Berbasis Talenta
Program Banda Aceh Academy memiliki beberapa tujuan utama:
- Meningkatkan kompetensi generasi muda.
- Menjembatani dunia pendidikan dengan dunia kerja.
- Melahirkan wirausaha dan inovator baru.
- Mendorong Banda Aceh menjadi kota berbasis talenta.
Pilar utama dari program ini meliputi:
- Keterampilan digital dan teknologi.
- Kewirausahaan dan ekonomi kreatif.
- Keterampilan lunak dan kepemimpinan.
- Link and match dengan dunia industri.
BAA Talks sebagai Agenda Tahunan
Wali Kota Illiza mengungkapkan komitmennya untuk menjadikan BAA Talks sebagai agenda tahunan. Melalui program ini, Pemerintah Kota berharap dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal, mengurangi angka pengangguran di kalangan generasi muda, dan mendorong pertumbuhan startup serta usaha kreatif.
“Kami ingin memastikan bahwa daya saing Banda Aceh terus meningkat seiring dengan perkembangan zaman,” tegasnya.
Kolaborasi Sebagai Kunci Masa Depan Kota
Dalam penutup sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Ia menyatakan, “Jika kota-kota kita kuat dari segi sumber daya manusia, pelayanan, dan ekonomi, maka Indonesia akan melangkah lebih cepat menuju kemajuan.”
Sekretaris Daerah Provinsi Aceh, Muhammad Nasir, menambahkan bahwa kepemimpinan daerah saat ini tidak hanya dituntut untuk menjalankan fungsi administratif, tetapi juga untuk memberikan solusi konkret, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memastikan pembangunan yang inklusif serta berkelanjutan.
Dia juga menekankan pentingnya forum seperti BAA Talks sebagai ruang untuk saling belajar antar daerah. Di sini, praktik baik dapat direplikasi dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah untuk mempercepat kemajuan bersama.
Nasir menjelaskan, “Kota memiliki peran strategis sebagai pusat pertumbuhan, inovasi, dan pelayanan publik, yang dampaknya meluas ke daerah sekitarnya. Oleh karena itu, sinergi antar kepala daerah dan kolaborasi lintas sektor sangat krusial dalam membangun ekosistem pembangunan yang terintegrasi.”
“Keberhasilan pembangunan tidak bisa dicapai dengan usaha sendiri, melainkan harus melalui kolaborasi, jejaring, dan pertukaran pengetahuan,” tutupnya.
