LDKM STIKES Datu Kamanre Kembangkan Generasi Pemimpin 5.0 Berintegritas di Era Digital

Dalam era digital yang terus berkembang, kebutuhan akan pemimpin yang tidak hanya kompeten tetapi juga berintegritas semakin mendesak. Menciptakan generasi pemimpin 5.0 yang mampu beradaptasi dengan perubahan dan tantangan zaman menjadi salah satu fokus utama dalam pendidikan tinggi saat ini. STIKES Datu Kamanre mengambil langkah proaktif dengan menyelenggarakan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM), sebuah program yang bertujuan untuk membentuk karakter dan kemampuan kepemimpinan mahasiswa agar siap menghadapi tantangan di dunia yang semakin kompleks ini.
LDKM STIKES Datu Kamanre: Membangun Karakter Pemimpin
Dalam rangka menyemarakkan semangat kepemimpinan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKES Datu Kamanre sukses menggelar LDKM di Kampus 2. Acara yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 14 Juni 2026 ini mengusung tema “Leadership 5.0: Kolaborasi, Integritas dan Aksi Nyata Berdampak di Era Digitalisasi”. Tema ini dipilih untuk menggambarkan pentingnya kolaborasi dan integritas dalam memimpin di tengah arus digital yang semakin deras.
Pembukaan Acara oleh Pimpinan STIKES
Ketua STIKES Datu Kamanre, Andi Zullylat Tazlilah Basmin, SH., MH., C.QAP., CLA, hadir secara langsung untuk membuka acara ini. Dalam sambutannya, beliau menggarisbawahi pentingnya pembentukan karakter bagi mahasiswa kesehatan. “Menjadi dokter atau perawat di tingkat internasional bukanlah hal yang mudah. Dasar yang kuat adalah hal yang tidak bisa diabaikan. Tidak mungkin seseorang bisa berlari tanpa belajar berjalan terlebih dahulu,” ujarnya, menekankan pentingnya proses pembelajaran.
Andi Zullylat melanjutkan dengan mengingatkan mahasiswa untuk memaksimalkan potensi intelektual mereka. “Kita sebagai manusia memiliki kelebihan dibandingkan makhluk lain. Kita diberikan akal dan logika, gunakanlah itu untuk memberikan manfaat,” tegasnya. Pesan ini menjadi pengingat bagi mahasiswa untuk tidak hanya menjalani rutinitas, tetapi juga berkontribusi secara aktif dalam masyarakat.
Pentingnya Organisasi dalam Pembentukan Karakter
Sesi pembekalan wawasan kebangsaan juga menjadi agenda penting dalam LDKM kali ini. Analis Kebakaran dari Pemerintah Kabupaten Luwu, A Muhammad Ahkam Basmin, S.STP., MM, berbagi pandangannya tentang pentingnya keterlibatan dalam organisasi selama masa studi. “Mahasiswa yang sukses di Jakarta bukan hanya sekadar belajar, tetapi mereka juga aktif berorganisasi,” jelasnya, menekankan bahwa pengalaman organisasi sangat berharga dalam membentuk karakter kepemimpinan.
Ahkam menyarankan mahasiswa untuk memilih Organisasi Kepemudaan (OKP) yang kredibel dan memiliki rekam jejak yang baik. Selain itu, beliau mengingatkan agar mahasiswa bijak dalam menyikapi media sosial, mencegah radikalisasi, dan meningkatkan kesadaran berbangsa. “Kehadiran mahasiswa sangat penting, tetapi jangan hanya ikut-ikutan. Yang terpenting adalah gerakan yang didasari kecintaan terhadap bangsa dan negara,” pesannya.
Kepemimpinan di Era Digital
Dalam acara tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Luwu, Ahmad Gazali, S.E, memberikan materi tentang kepemimpinan dengan tajuk “Leadership 5.0: Kolaborasi Integritas dan Aksi Nyata di Era Digital Perspektif Interpretasi Mimpi”. Gazali menjelaskan bahwa era digital adalah ruang di mana batasan fisik tidak lagi menjadi halangan. “Mahasiswa harus mampu berkolaborasi lintas disiplin dan memiliki integritas yang kuat sebagai pelindung moralitas siber,” ujarnya.
Peran Mahasiswa dalam Masyarakat Digital
Pentingnya pemisahan fakta dari distorsi informasi di era digital menjadi fokus utama dalam pembahasan Gazali. Mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan aksi nyata yang berkelanjutan, inklusif, dan solutif dalam masyarakat. “Kolaborasi dan integritas adalah kunci untuk mencapai tujuan tersebut,” tambahnya, menekankan pada tanggung jawab mahasiswa untuk menghadapi tantangan di dunia digital.
Menjadi Generasi Pemimpin 5.0
Generasi pemimpin 5.0 bukan hanya sekadar pemimpin yang mengandalkan teknologi, tetapi juga pemimpin yang memiliki jiwa sosial dan kesadaran akan tanggung jawab. Dalam konteks ini, mahasiswa dituntut untuk menjadi agen perubahan yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan zaman. LDKM yang diselenggarakan oleh STIKES Datu Kamanre menjadi langkah awal yang signifikan dalam membentuk generasi ini.
Strategi untuk Membangun Generasi Pemimpin 5.0
Berikut adalah beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk membangun generasi pemimpin 5.0:
- Pendidikan Karakter: Mengintegrasikan nilai-nilai kepemimpinan dalam kurikulum pendidikan.
- Pengalaman Praktis: Mendorong mahasiswa untuk aktif dalam organisasi dan proyek sosial.
- Keterampilan Digital: Meningkatkan kemampuan teknologi informasi di kalangan mahasiswa.
- Kesadaran Sosial: Mengedukasi mahasiswa tentang pentingnya peran mereka dalam masyarakat.
- Mentoring dan Coaching: Menyediakan program mentoring bagi mahasiswa untuk membantu mereka mengembangkan potensi kepemimpinan.
Dengan penerapan strategi-strategi ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya menjadi pemimpin yang cakap secara teknis, tetapi juga memiliki integritas yang tinggi dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kesimpulan: Mewujudkan Visi Pemimpin Masa Depan
LDKM STIKES Datu Kamanre adalah langkah penting dalam upaya membentuk generasi pemimpin 5.0 yang berintegritas dan siap menghadapi tantangan di era digital. Melalui kolaborasi, pendidikan karakter, dan keterlibatan aktif dalam organisasi, mahasiswa diharapkan dapat menjadi pemimpin yang tidak hanya kompeten tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, visi untuk menciptakan pemimpin masa depan yang berkualitas dan berintegritas dapat terwujud.
