Pelaku Pembunuhan Boru Siagian: Proses Kejahatan dari Pembungkusan, Penyimpanan di Boks, hingga Pembuangan ke Sungai

Kasus pembunuhan yang menimpa Rahmadani boru Siagian akhirnya mendapat titik terang dengan penangkapan pelaku utama berinisial SAN oleh Tim gabungan Polrestabes Medan dan Polda Sumatera Utara. Dengan waktu enam jam sejak penemuan jenazah, aparat berhasil mengamankan pelaku dengan cepat.
Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, Kapolrestabes Medan, menjelaskan bahwa SAN ditangkap saat berada di rumah pacarnya dan sedang bersiap untuk kabur. Barang-barang yang sudah dikemas menunjukkan bahwa pelaku berniat untuk menghindar dari kejaran hukum.
Langkah-langkah Kejahatan: Dari Pembunuhan hingga Upaya Menghilangkan Bukti
Berdasarkan hasil investigasi, pembunuhan dilakukan pada waktu malam. Setelah membunuh korban, SAN terlihat kembali ke rumah pacarnya. Rekaman CCTV menunjukkan pelaku meninggalkan hotel sekitar pukul 22.30 WIB dengan menggunakan sepeda motor.
Tindakan pelaku tidak berakhir di sana. Keesokan harinya, dengan pakaian yang berbeda, ia kembali ke TKP dan memeriksa kondisi korban sebelum melakukan upaya lanjutan untuk menghilangkan bukti.
Di dalam kamar, SAN membungkus jenazah korban dengan menggunakan selimut dan seprai, kemudian memasukkannya ke dalam goni plastik yang telah disiapkan sebelumnya. Goni tersebut diketahui dibeli dari toko penjualan pakan burung, hal ini menunjukkan adanya unsur perencanaan dalam aksi kejahatan ini.
Keterlibatan Rekan dan Rencana Gagal Membuang Jenazah ke Sungai
Karena kesulitan mengangkat jenazah sendirian, SAN kemudian meminta bantuan kepada rekannya, SHR, untuk membawa boks kontainer dari rumah SHR ke penginapan.
Setelah sampai di lokasi, jenazah korban dimasukkan ke dalam boks tersebut. Keduanya kemudian membawa boks ke tepi sungai dengan niat untuk membuangnya ke lokasi yang lebih jauh.
Namun, karena beratnya boks dan kondisi yang cukup sulit, mereka akhirnya memilih untuk membuang boks di pinggir sungai saja. “Awalnya ingin dibuang lebih jauh, tetapi karena berat dan hampir jatuh, pelaku memilih jalan pintas,” jelas Calvijn.
Setelah membuang boks, kedua pelaku kembali ke penginapan untuk mengambil sepeda motor milik SHR. Mereka kemudian pergi ke sebuah rumah makan untuk beristirahat.
Ironisnya, setelah makan, keduanya kembali ke tepi sungai dengan niat untuk membuang jenazah ke aliran air agar jejak lebih sulit ditemukan. Namun, rencana tersebut gagal karena lokasi sudah ramai oleh warga.
Melihat situasi yang tidak kondusif, keduanya memilih untuk mundur dan kembali ke rumah masing-masing.
Kecepatan Aparat dalam Mengungkap Kasus
Kecepatan aparat dalam menangkap pelaku dan mengungkap kronologi detail peristiwa ini menjadi sorotan. Dalam hitungan jam, pelaku utama berhasil diamankan.
Polisi kini masih terus mendalami motif di balik pembunuhan tersebut, termasuk kemungkinan adanya faktor lain yang menjadi latar belakang tindakan brutal tersebut.
